Minggu, 12 Februari 2017

Hakikat Ilmu Biologi

A. Definisi      
      Kata Biologi  berasal dari bahasa Yunani yakni (Bios:Kehidupan dan Logos:Ilmu) jadi dapat disimpulkan bahwa Ilmu biologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai makhluk hidup dan segala sesuatu yang mempengaruhi proses-proses kehidupannya.
         Ilmu biologi mengkaji seluruh aspek kehidupan yang berkaitan dengan materi serta energi dalam proses kehidupan tersebut.

B. Objek Kajian Ilmu Biologi
        Seperti dijelaskan diawal tadi bahwa kajian ilmu biologi membahas segala aspek kehidupan makhluk hidup baik mikroorganisme maupun makroorganisme. Adapun dalam pengkajiannya biasanya ilmu biologi dibagi kedalam 5 cabang ilmu utama yaitu :
1. Botani (Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan)
2. Zoologi (Ilmu yang mempelajari tentang hewan)
3. Mikrobiologi (Ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme seperti bakteri dan organisme mikro lainnya)
4. Ilmu Lingkungan dan Kelautan (Ilmu yang mempelajari tentang lingkungan dan aspek-aspeknya)
5. Genetika (Ilmu yang mempelajari tentang gen dan pewarisan sifat)
       Ilmu biologi merupakan ilmu multidisipliner yang sangat terkait dengan ilmu-ilmu lainnya baik dengan ilmu sains lainnya maupun ilmu sosial.
contoh :
1. Kaitan dengan ilmu fisika : Biofisika, Bioastronomi dll
2. Kaitan dengan ilmu geologi : Biogeografi, Paleontologi dll
3. Kaitan dengan ilmu kimia : Biokimia, Biologi Molekuler, Biologi Sel dll

C. Perkembangan Ilmu Biologi
        Ilmu biologi telah dipelajari dari masa lampau yakni pada peradaban Mesopotania, Mesir, India dan Tiongkok. Tokoh yang memberikan banyak pengaruh dalam perkembangan ilmu biologi yakni Aristoteles (384 SM - 322 SM) yang mana Historia Animalium merupakan salah satu karya terpentingnya. Aristoteles menunjukkan bagaimana cara pandang seharusnya seorang peneliti alam dan mempelajari sebab-akibat biologi dan biodiversitas.
        Perkembangan pesat ilmu biologi ditandai setelah Antony Van Leeuwenhoek memperbaiki mikroskopnya sehingga spermatozoa, bakteri dan berbagai macam kehidupan mikroskopik lainnya berhasil ditemukan. Kemajuan mikroskop juga mempengaruhi pemikiran para ahli biologi dimana pada awal abad ke-19 sejumlah ahli mulai menyadari pentingnya konsep sel. Pada tahun 1838 Schleiden dan Schwann memberikan gagasan mengenai sel yaitu :
1. Sel merupakan satuan dasar organisme
2. Setiap sel memiliki karakteristik kehidupan
Teori tentang konsep dasar sel ini dilengkapi dan disempurnakan oleh Robert Remak dan Rudolf Virchow pada 1860 an dengan menambahkan bahwa :
3. Semua sel berasal dari sel lain
     Dilain sisi taksonomi dan klasifikasi menjadi pusat sejarawan alam. Carolus Linneaus menerbitkan taksonomi dasar pada 1735 dan 1750 memperkenalkan nama ilmiah spesies. Dalam penyusunan klasifikasi spesies pun sangat dipengaruhi oleh adanya  perkembangan ilmu evolusi yang dicetuskan oleh Georges-Louis Leclerc, Comte de Buffon pada mulanya, yang menganggap kehidupan sebagai sesuatu yang berubah-ubah dan mengusulkan adanya nenek moyang bersama. 
        Jean-Baptiste Lammarck mengemukakan bahwa evolusi adalah dampak dari tekanan lingkungan terhadap sifat suatu hewan, dimana semakin sering suatu organ digunakan maka semakin kompleks dan efisien organ itu, sehingga membuat hewan dapat beradaptasi dengan lingkungan. Lammarck juga meyakini bahwa sifat yang didapat ini dapat diturunkan ke generasi berikutnya, dan akan terus mengembangkan serta menyempurnakannya. Namun, hipotesis ini ditolak dan pada akhir abad ke-19 Charles Darwin mengemukakan teori evolusi adalah dampak dari adanya seleksi alam, dengan menggunakan pendekatan biogeografis dari Humboldt, geologi Lyell serta tulisan Malthus mengenai pertumbuhan populasi, dan keahlian pengamatan morfologi yang dimilikinya. Hasil penalaran serta bukti-bukti yang mirip membuat Alfred Russel Wallace juga mendapatkan kesimpulan yang sama.
    Periode 1940-1950-an dibuktikan bahwa deoxyribonucleic acid (DNA) merupakan komponen kromosom yang mengandung unit pewarisan sifat dan disebut gen. Pada tahun 1953 perhatian dipusatkan pada organisme baru yakni virus dan bakteri serta penemuan struktur untai ganda DNA menandai peralihan ke masa genetika molekuler. Kode genetik akhirnya dipecahkan oleh Har Gobind Khorana, Robert W. Holley dan Marshall Warren Nirenberg setelah memahami bahwa DNA mengandung kodon. Akhirnya, Human Genom Project (Projek Genom Manusia) dicetuskan tahun 1990 dengan ambisi memetakan semua genom manusia, proyek ini selesai pada tahun 2003, dan merupakan langkah awal dalam menggabungkan pengetahuan biologi untuk mendefinisikan tubuh manusia dan organisme lain secara fungsional dan molekuler.